Terbang Solo dari Sabang ke Merauke

Senin, 19 Mei 2008 | 08:22 WIB

“TIDAK ada gunung yang tinggi, rimba belantara, jurang yang curam, lautan serta angkasa yang tak dapat dijelajahi oleh Wanadri,”. Moto ini dicetuskan almarhum Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, pendiri Wanadri tahun 1964 silam. Moto ini juga yang mengilhami Saleh Sudradjat (55) untuk mengarungi angkasa luas Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Dalam rangkaian Kebangkitan Indonesia 100 Tahun dan HUT ke-44 Wanadri, Saleh Sudradjat, Minggu (18/5) tepat pukul 12.40 landing mulus di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Yang menarik, pesawat yang dikemudikan Saleh adalah pesawat trike –pesawat ringan termasuk jenis microlight dan dipiloti oleh satu orang atau terbang solo– Pegasus jenis GT 450-9125 dengan daya 100 HP (Horse Power).

Kedatangan Saleh, yang terbang dari Jambi selama 1,5 jam, disambut Kepala Badan Perlindungan Masyarakat Sumsel H Lahmuddin Harun, Danlanud Palembang Letkol Pnb Asril Sumani, Kabid Olahraga Banpora Sumsel yang juga Ketua Pordiga Terjun Payung FASI Sumsel A Yusuf Wibowo serta beberapa tokoh Wanadri di landasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

“Assalamulaikum,”sapa Saleh sesaat menjejakkan kaki di darat. Di usianya yang ke-55, Saleh masih tampak gagah. Ia memakai jaket kulit coklat, syal di leher, google dan helem yang kemudian dilepasnya satu demi satu. Terlihatlah kostum khas penerbang, wearpack oranye.

Saleh tampak lumayan lelah. Jarak 250-an km dari Bandara Raden Intan Jambi ke SMB II ditempuhnya dalam 1,5 jam.

“Tadi banyak head wind,”kata Saleh menjelaskan kondisi penerbangan kepada Danlanud yang seorang penerbang tempur.

Saleh lah yang punya ide untuk melakukan terbang solo cross city dari Sabang sampai Merauke. Palembang adalah kota keempat yang didarati sejak terbang pertama 16 Mei lalu. Launching terbang solo diawali dari Sabang. Berlanjut ke Pekanbaru, Jambi lalu Palembang.

Dunia petualangan bukan barang baru bagi Saleh. Dalam klub Wanadri, yang berasal dari kata wana (hutan) dan adri (gunung),

Saleh terbukti sebagai anggota tetap dengan nomor induk W239/TR (Tapak Rimba).
Beranjak dari motto Wanadri yang dicetuskan Sarwo Edhi di tahun 1964 silam itu Saleh terpanggil untuk mengarungi angkasa luas Tanah Air dari Sabang sampai Merauke.
Padahal jam terbang bapak kelahiran Bandung, 24 Januari 1952 ini boleh dibilang “cetek”. Ia baru menuntaskan terbang selama 103 jam.

“Banyak penerbang yang memiliki jam terbang jauh lebih lama dari saya. Tapi mungkin baru saya yang punya ide untuk menjelajah Tanah Air dari Sabang sampai Merauke. Saya tidak mau takabur yang penting penerbangan ini juga membawa tiga tujuan sesuai misi dari Menegpora dan Wanadri,” ujar Saleh Sudradjat, tak lama setelah mendarat, Minggu siang.

Tak lama mendarat, ia langsung diperiksa tekanan darah oleh tim dokter TNI AU yang dipimpin dr Laras Hapsari dengan hasil 170/100 mmHg. Tekanan ini sedikit lebih tinggi dari pagi harinya yang hanya 150/80 mmHg. “Yah saya istirahat dulu di Palembang, setelah ini saya akan kembali terbang ke Tanjung Karang Lampung, rencananya Selasa (20/5),” kata Saleh.

Bertolak dari Sabang, Jumat (16/5) pagi, pensiunan Bank Mandiri ini melintasi angkasa Nusantara dan akan finis di Merauke yang diperkirakan pada 17 Juni mendatang.
Perjalanan pun ditempuh sejauh 6435 Km dengan ketinggian terbang 3000 sampai 10 ribu kaki dpl (diatas permukaan laut) dengan kebutuhan total pertamax plus sekitar 4410 liter. Jarak tempuh penerbangan juga 80-120 km/jam dengan lokasi yang disinggahi sebanyak 15 provinsi.

Kabag Linmas Sumsel Lahmuddin Harun mengatakan Saleh diminta tinggal di Palembang selama dua malam dan baru akan bertolak ke Lampung, Selasa (20/5) pagi.
“Melihat cuaca dan fisiknya juga, makanya ia (Saleh) selama dua malam tinggal di sini. Penerbangannya ini dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional. Kebetulan di Palembang ada Sriwijaya Fair yang merupakan program Visit Musi 2008, besok (hari ini) ia akan unjuk kebolehan agar dapat dilihat masyarakat. Apalagi terbang solo ini jarang terjadi,” kata Lahmuddin. (zys)
Sumber:www.kompas.com 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.